• home

The jokes bible, kumpulan ratusan cerita lucu

Tertawa adalah proses alami yang mengurangi rasa sakit, baik secara fisik maupun emosional dan merupakan obat alami dari tubuh sendiri. dengan tertawa
jantung menjadi lebih sehat, dengan ketawa anda akan merasakan bahwa ternyata hanya butuh sedikit obat untuk menikmati hidup, semakin sering kita ketawa makan umur juga semakin panjang, jadi tertawalah...

the jokes bible merupakan kumpulan ratusan cerita-cerita lucu yang dijamin membuat kita tertawa, dan sudah dipaketkan dalam satu file. jika teman teman ingin mencobanya silakan download di sini.
Semoga bermanfaat..

Seekor babi yang berjalan dengan 2 kaki

Seekor babi yang dapat berjalan dengan hanya dua kaki menjadi selebriti lokal di China.

Babi 10 bulan itu yang dikenal penduduk desa sebagai "Zhu Jianqiang" (babi yang berkehendak kuat) terlahir dengan hanya dua kaki depan dan telah belajar untuk menyeimbangkan tubuhnya dengan cukup baik agar bisa berjalan. Menurut pemiliknya, Wang Xihai, babi itu merupakan salah satu dari sembilan anak babi yang lahir di peternakannya Januari lalu.

Serangga yang selalu dibenci tapi bermanfaat

Beberapa jenis serangga dibenci karena menjijikkan dan kadang-kadang menularkan kuman penyebab berbagai penyakit mematikan. Di sisi lain, ternyata keberadaannya memberikan manfaat tertentu bagi ekosistem global.
  • Nyamuk
Selain menularkan malaria, nyamuk juga menularkan beberapa penyakit mematikan lainnya seperti demam berdarah, chikungnya dan kaki gajah. Tanpa ada kuman yang ditularkan, gigitannya itu sendiri sudah sangat menyebalkan karena memicu gatal-gatal dan bintik kemerahan.

Namun beberapa spesies membutuhkan nyamuk dan larva atau jentik-jentiknya untuk dimakan. Misalnya katak, kelelawar, bahkan tumbuhan seperti kantong semar. Tanpa ada nyamuk, kepunahan atau pola migrasi satwa liar bisa terpengaruh. 

Lebah ternyata mampu memecahkan Matematika yang rumit!

 Para ilmuwan di Royal Holloway, University of London and Queen Mary, Universitas London telah menemukan bahwa ternyata lebah belajar terbang dengan rute yang sesingkat mungkin di antara bunga-bunga bahkan jika mereka menemukan bunga dalam urutan yang berbeda. Lebah secara efektif memecahkan 'Travelling Salesman Problem', dan ini adalah binatang pertama yang ditemukan untuk melakukan ini.

Layaknya 'The Travelling Salesman' yang harus menemukan rute terpendek yang memungkinkan dia untuk mengunjungi semua lokasi di rute itu, tentu dengan menggunakan GPS dan peta digital secara online. Komputer mengatasinya dengan membandingkan panjang dari semua kemungkinan dan memilih rute terpendek. Namun, lebah menyelesaikannya tanpa bantuan komputer, hanya menggunakan otaknya yang seukuran benih rumput!.

(Foto) Google Map Menemukan Tempat Markas Batman

Seorang pengguna Google Maps menemukan sebuah gedung yang seakan adalah markas sang manusia kelelawar, Batman. Betapa tidak, di atap gedung itu terpampang simbol Batman yang begitu besarnya.

Penemuan di layanan peta online ini membuat orang bertanya-tanya, mengapa bisa ada simbol besar Batman di atas bangunan? Beberapa pihak menilai, penemuan tersebut hanya kebohongan.

Namun kemudian, dikonfirmasi bahwa bangunan ini benar-benar ada, yakni basis militer Amerika Serikat di Okinawa, Jepang. Kesatuan Air Force’s 44th Fighter Squadron bermarkas di sana.

Ed Gulick, juru bicara kesatuan Angkatan Udara itu, menyatakan simbol Batman yang ditemukan via Google Maps benar-benar nyata, namun memang sebelumnya tidak diketahui banyak orang. Tak jelas siapa yang membuat simbol itu di sana, tapi diduga kuat dilukis pada tahun 1980an.

"Kami tahu simbol ini telah ada selama bertahun-tahun. Simbol ini memberi semangat pada Angkatan Udara karena membuat para anggota merasa bangga dengan unit mereka," tukas Gulick, yang kutip dari FoxNews, Kamis (21/10/2010).

Barangkali dengan melihat simbol Batman, mereka merasa kuat layaknya sang superhero dari kota Gotham.

Upacara Kematian Bernilai Milyaran Rupiah Dari Tanah Air

Ketidakpastian akan misteri kehidupan setelah mati, menciptakan kekhawatiran akan nasib si mati di alam baka. Di dataran tinggi Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, upaya untuk menguak misteri itu telah menciptakan sebuah prosesi religius yang begitu rumit, kompleks, dan memakan banyak tenaga serta biaya. Masyarakat Toraja menyebutnya dengan Upacara Rambu Solok.

Ritual itu dikenal sebagai upacara pengantar jenazah seseorang ke penguburan.

Meski hanya sebuah ritual kematian, penyelenggaraan upacara itu layaknya sebuah pesta besar. Sebab, puluhan ekor kerbau dan babi mesti dikorbankan dengan melibatkan massa secara kolosal dan membutuhkan dana puluhan hingga ratusan juta bahkan milyaran rupiah.

Jika mengikuti tata cara Aluk To Dolo, upacara Rambu Solok sebenarnya adalah upacara yang rumit dan kompleks. Namun, sejak masuknya agama Kristen, Katolik, dan Islam, beberapa bagian prosesi telah dihilangkan. Kini, secara umum, ada empat bagian prosesi yang masih terus dilakukan, yaitu Mapalao, penerimaan tamu, penyembelihan kerbau, dan penguburan.

Upacara Mapalao adalah ritual untuk membawa jenazah ke pusat prosesi, yaitu di rumah adat Tongkonan. Mapalao dilakukan dengan mengarak keranda jenazah dari rumah tinggal menuju Tongkonan keluarga. Di sanalah, jenazah disemayamkan sementara waktu di sebuah Lakean yang terletak di ujung Tongkonan.

Usai upacara Mapalao, keluarga menerima kedatangan para tamu untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum. Bunyi lesung yang ditabuh sejumlah wanita menjadi pertanda ada tamu yang datang.

Para tamu datang dalam kelompok-kelompok keluarga dengan membawa hewan seperti kerbau dan babi untuk disumbangkan. Setiap kali rombongan tamu tiba, tuan rumah segera membawa mereka ke Lantang dan menyediakan hidangan. Di saat yang sama, alunan kidung kesedihan dari penari Renteng sengaja dilantunkan untuk menggambarkan sejarah hidup almarhum.

Proses yang agak rumit terjadi saat upacara penyembelihan kerbau. Sebab, hewan yang telah diterima keluarga, baik dari sumbangan maupun keluarga sendiri akan dihitung oleh panitia yang terdiri dari keluarga, aparat desa, dan masyarakat adat. Dalam proses ini, sering terjadi negosiasi yang alot.

Terkadang, protes datang karena ketakpuasan soal jumlah kerbau yang harus disembelih. Namun, kesepakatan akhir tetap harus terjadi, tak peduli proses negosiasi berakhir dengan protes. Di depan Tongkonan dan keranda jenazah, satu demi satu tebasan pedang para penjagal mengakhiri ajal sang kerbau.

Setelah semua rangkaian upacara telah dilewati maka saatnya dilakukan penguburan. Masyarakat Toraja mempunyai tradisi unik dalam mengubur orang yang telah mati. Penguburan tak dilakukan di tanah, tapi di goa-goa alam yang terletak di tebing-tebing pegunungan. Bahkan, mereka meyakini bahwa semakin menantang proses penguburan maka semakin tinggi pula derajat keluarga yang meninggal.

Akhirnya, sebuah prosesi penguburan yang sangat berbahaya dilakukan. Mulai dari kelincahan, keberanian, serta dorongan keyakinan spiritual. Terkadang, nyawa harus dipertaruhkan dalam proses penguburan ini. Semuanya dilakukan dengan penuh keyakinan bahwa yang diperbuat akan membahagiakan leluhur yang telah meninggal.
Rombongan keluarga besar dan jenazah memasuki rante  di Tongkonan Tombang, Tosapan, Kecamatan Makale, tempat terakhir almarhumah disemayamkan. Jarak yang ditempuh sekitar tiga kilometer.
 Jenazah dibawa ke lakkean, tempat khusus selama upacara berlangsung, dan foto almarhumah dengan berbagai dekorasi hitam dan merah.
 Babi pun diboyong ke rante untuk dipotong dan dibagi-bagikan.
Adu kerbau ikut mewarnai rangkaian upacara. Orang sering bertaruh uang dalam atraksi adu kerbau ini.
Kerbau Belang ( Tedong Bonga) yang harganya paling murah 150 juta rupiah turut disembelih
Kerbau yang disembelih dengan cara berdiri.
 Daging yang dilemparkan ke berbagai arah penjuru angin, menandakan penghormatan ke seluruh wilayah tongkonan.

Ma'badong, tarian khas dalam upacara rambu solok, membuat penarinya terhanyut dalam suasana ritual
Bagaimana pun, rambu solok telah menjadi fenomena dalam kehidupan masyarakat, bahkan tidak jarang melahirkan sikap pro dan kontra. Pada satu sisi budaya ini dianggap positif. Bukan hanya dalam rangka melestarikan adat istiadat dan tradisi, tapi juga berdampak pada kehidupan keseharian masyarakat, terutama dengan kebersamaan dan kerjasama warga.

Belum lagi jika dikaitkan dengan pengembangan sektor pariwisata, karena tradisi ini dianggap sebagai salah satu sektor unggulan dan sangat potensial mendatangkan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Di sisi lain, kritik terhadap pelaksanaan pesta ini juga mulai berkembang. Penggunaan dana yang terkadang mencapai angka puluhan miliar dinilai oleh sebagian kalangan telah di ambang batas kewajaran, dan menciptakan budaya boros bagi masyarakat. Untuk sebagian warga, biaya pelaksanaan pesta rambu solok akan terasa sangat besar dan menjadi beban bagi mereka.

Meski demikian, mereka tetap harus melaksanakannya, dalam rangka menjaga gengsi dan popularitas. Belum lagi kewajiban untuk membayar utang bagi mereka yang telah membantunya saat pelaksanaan pesta.

Pro-kontra terhadap pelaksanaan ritual ini tentunya harus bisa disikapi secara bijak. Sebagai sebuah tradisi yang telah menjadi aset daerah tentunya kita tidak ingin budaya ini hilang. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dari segenap elemen dan pelaku pembangunan untuk menemukan formula efektif dan menguntungkan.

Di tingkat masyarakat perlu terbangun kesadaran bahwa pelaksanaan pesta yang berlebihan akan lebih banyak berimplikasi negatif dibandingkan positifnya.

Nenek 107 Tahun Masih PERAWAN dan Ingin MENIKAH !! Siapa mau ???

Geger di Cina!! Seorang nenek amat tua 107 tahun akhirnya memutuskan akan menikah untuk pertamakali dalam hidupnya. Padahal ketika ia masih muda, ia menolak menikah karena takut karena merasa tidak siap. Kini ketika usianya semakin senja, barulah ia menyatakan siap untuk membina rumah tangga. Demikian dilaporkan Koran-koran di Cina.

Ada-ada aja!!

Dikabarkan, Wang Guiying, begitu nama nenek unik ini, kini mencari seorang laki-laki yang berminat menikahinya. Ia berharap mendapatkan seorang suami lebih muda darinya, antara 90 atau awal 100 tahun. Selain sekarang ia merasa telah siap menikah, ia juga khawatir menjadi beban keponakannya, apalagi sejak kakinya patah saat berusia 102 tahun, sehingga membuatnya berhenti mengerjakan tugas-tugas rumah tangga.

' Chongqing Commercial Times mengutip omonang Wang Guiying,” Apa yang akan terjadi jika saya tidak segera menemukan seorang suami?”
Wang yang lahir di daerah selatan Guizhou provinsi, waktu mudanya sangat takut menikah karena ia trauma melihat pamannya yang memperlakukan istri-istri mereka dengan sangat buruk. Bukan hanya itu, ia kerap menjumpai kehidupan rumah tangga di daerahnya yang ‘mengerikan’ di mana perlakukan seorang suami pada istrinya begitu semena-mena.
Di era Wang muda, memang kedudukan social wanita jauh lebih rendah disbanding laki-laki, karenannya pemandangan suami menyiksa istri adalah hal biasa pada masa itu. Ini menimbulkan trauma berkepanjangan dalam hidup Wang yg akhirnya menolak menikah.

Tapi kini zaman telah berubah. Hak-hak wanita sama dan sederajad dengan kaum laki-laki. Lebih dari itu ia membutuhkan pendamping di masa tuanya. ***metro.uk

sumber :http://www.matabumi.com/berita/nenek-107-tahun-masih-perawan-ingin-menikah

Vespa-Vespa Paling Jorok dari Indonesia

Pasti Anda pernah melihat segerombolan motor Vespa dengan gaya urakan yang terkesan tidak diurus oleh penggunanya. Itu adalah komunitas Vespa gembel yang memang dengan sengaja mendesain tunggangannya seperti itu adanya.

Komunitas ini sudah tersebar luas di Jakarta dan sekitarnya dan terbagi dalam berbagai kelompok. Namun, meskipun berkelompok visi mereka tetaplah sama yaitu kebersamaan dan kekeluargaan.

Seperti Eko Banana dari komunitas Vespa gembel Scooterist. Ketertarikan dia mengikuti komunitas ini lantaran dia memang hobi mengembara.

"Gue memang suka banget dengan Vespa, ketika suatu saat gue memutuskan gabung ke dalam komunitas Vespa Gembel," kata Eko ketika dihubungi detikOto, Sabtu (21/3/2009)

Komunitas Scooterist sayap kiri di Ciledug. Lahir pada 1 September 2007 di Portal Ciledug, di rumah Bang Jago Timbul. Tujuan didirikannya komunitas ini adalah sebagai wadah hobby pada scooter Vespa di Ciledug

Komunitas gembel ini biasanya berkumpul bareng setiap akhir perkan saja di Perumahan Puri Beta II, tepatnya di seberang Radio Mercy FM Ciledug, Tangerang.

"Kita hanya ada waktu weekend saja untuk kumpul-kumpul karena kami juga pekerja seperti lainnya," ucap Eko.

Komunitas Vespa gembel biasanya memodifikasi motormya dengan bermacam gaya, ada yang Classic, Sasis dan Chopper dan berbagai macam aliran modifikasi Vespa mereka lakoni.

Tunggangan sengaja dibikin hancur dan urakan, bak tong sampah berjalan. Mulai dari CD, kaleng susu, dedaunan bahkan kepala kambing menghiasi motor Vespa komunitas ini. Anehnya lagi, tak ada istilah malu bagi komunitas ini.

ini dia koleksi foto vespa "gembel" nya gan...

cekidot....